BERSATU KITA MULIA
WILDAN TAUFIQ
Seusai pengajian sore, terjadi keributan di depan asrama putra A-FALAH. Ternyata Si Murod dan Usep berantem. Kata teman mereka awalnya mereka adu mulut setelah pertandingan bola tadi pagi pada pertandingan sepak bola antar asrama dalam memeriahkan "haflah rojabiyah" d lapang Cimerah. Mereka berdua ada dalam satu team. Ketika gawang mereka kebobolan, sebagai bek, Murod disalahkan oleh Usep karena lengah menghadang striker lawan. Sedang Usep sebagai penjaga gawang disalahkan oleh Murod karena tidak becus menangkap bola, padahal tendangan lawan tidak begitu keras.
Itulah asal mula keributan antar mereka berdua, yang berujung adu jotos pada sore itu. Aku sebagai mudabbir (pengurus) di asrama langsung melerai mereka.
Aku :”He..he..apa-apaan kamu berdua ini?”
Murod :”Kang si Usep menyalahkan saya terus tak bisa maen sepak bola.”
Usep :”Bukan Kang, justru dia yang menghina saya gak becus jadi kiper.”
Aku :”Sudah. sudah. Semuanya salah. Dalam permainan team –jika terjadi kekalahan- tidak bisa disalahkan salah seorang pemain. Kalau kalah, berarti semua pemain juga salah termasuk pelatihnya. Sekarang apa yang kalian pegang?”
Usep & Murod:”Kitab Jurumiyah Kang.”
Aku :”Coba baca oleh kalian ciri i’rob rofa yang pertama!”
Usep & Murod:”Faammadh dhamatu fatakuunu ‘alaamatan lirrof’i.”
Aku :”Apa artinya?”
Usep & Murod:”Dhomah adalah ciri rofa”.
Aku :”Betul. Itu makna secara nahwu. Namun di balik redaksi itu ada makna yang sangat dalam. Dhommah ‘bersatu’ merupakan tanda rofa ‘kemuliaan’. Yang akan bersatu hanyalah orang-orang yang mulia dan terhormat. Jika kita ingin menjadi orang mulia dan terhormat, maka pakailah akal kita. Orang yang menggunakan akalnya hidupnya akan hati-hati dalam bertindak karena hidupnya tidak mau merugikan orang lain. Ia akan bisa mengendalikan emosinya. Dan ia sangat sadar bahwa semua yang menimpa pada dirinya adalah akibat dari apa yang diperbuatnya, tidak mencari-cari kambing hitam. Paham?”
Usep & Murod:”Paham Kang”
Aku :”Sekarang, berdamailah. Ayo salaman!”


0 Komentar:
Posting Komentar
Berlangganan Posting Komentar [Atom]
<< Beranda